BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Pada sistem ajaran
islam terdapat sub sistem yang dinamakan “AKHLAK”.
Akhlak merupakan suatu sifat yang lahir dari dalam diri seseorang yang
menimbulkan suatu perbuatan baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang
buruk.
Berkaitan dengan
pembahasan Akhlak, maka untuk memperoleh kehidupan sejahtera di dunia dan
akhirat ada dua hubungan yang harus seimbang yaitu hubungan kepada ALLAH SWT
dan hubungan kepada sesama manusia(
HABLU MINALLAH WA HABLU MINANNAS ).
HABLU
MINALLAH berkaitan
dengan bagaimana hubungan manusia sebagai hamba yang diciptakan oleh ALLAH SWT
termasuk Akhlak terpuji kepada ALLAH SWT sehingga kita hidup di dunia ini tidak
merugi akan tetapi menjadi kekasih ALLAH SWT dengan jalan menjalankan segala
perintahnya dan menjauhi segala yang dilarangnya.
Tidak hanya hubungan
kepada ALLAH SWT yang harus dijalankan akan tetapi hubungan kepada sesama
manusia juga harus dijalankan ( HABLU MINANNAS ), karena kita adalah
mahluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini
dijelaskan tentang Aklak terhadap ORANG
TUA yang merupakan salah satu implementasi dari HABLU MINANNAS.
Dengan terwujudnya
kedua hubungan tersebut Insya ALLAH kita akan menjadi orang yang bahagia secara
lahiria dan batinia di dunia dan di akhirat kelak.
1.2
TUJUAN
1.3
RUMUSAN
MASALAH
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
DEFINISI AKHLAK
2.1.1 MENURUT BERBAGAI PENDAPAT
2.1.2
SECARA UMUM
2.2
GAMBARAN AKHLAK SECARA UMUM
|
MANUSIA
|
|
AKAL
|
|
QALBU
|
|
AM’MARAH
|
|
ALLAH SWT
|
|
AKHLAK
|
|
LAUWAMAH
|
|
MUTMAINNAH
|
|
NAFSU
|
|
BAIK
|
|
MANUSIA
|
|
AKAL
|
|
QALBU
|
|
ALLAH SWT
|
|
AKHLAK
|
|
BAHAGIA
DUNIA DAN AKHIRAT
|
|
AKHLAK
|
|
MUTMAINNAH
|
|
NAFSU
|
|
BURUK
|
|
AKHLAK
|
|
MANUSIA
|
|
AKHLAK
|
|
ALLAH SWT
|
|
AM’MARAH
|
|
QALBU
|
|
NAFSU
|
|
AKAL
|
|
AZAB DI
DUNIA DAN AKHIRAT
|
2.5
AKHLAK KEPADA ALLAH SWT
Semua ibadah yang dilakukan
seorang Muslim, pada hakikatnya merupakan perwujudan dari AKHLAK TERHADAP
ALLAH. Artinya, apapun amal yang dia perbuat
menjadi cerminan dari tujuan kehadirannya di muka bumi, yaitu untuk beribadah
dan mengabdi kepada-Nya (QS Adz-Dzâriyât, 51: 56).
Makna ibadah atau pengabdian ini sangat luas cakupannya, tidak sekadar
menyangkut aspek ritual semacam
shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Quran, dan sebagainya- saja, tetapi juga
mencakup semua aspek sosial -mulai dari pernikahan, perdagangan, sampai
mengurus sebuah negara.
Dengan demikian, tidak ada satu pun aspek kehidupan seorang
Muslim yang bisa dilepaskan dari ALLAH SWT. Hal ini seakan menegaskan
kembali bahwa Islam adalah agama yang sangat “teosentris”. Allah Yang Maha
kuasa menjadi pusat keimanan dan semua orientasi nilai.
Seseorang tidak dianggap menegakkan akhlak terhadap ALLAH,
apabila perbuatan yang dia lakukan bukan untuk-Nya. Seseorang pun tidak
dianggap menegakkan akhlak terhadap ALLAH, apabila yang dia lakukan
bertentangan dengan peraturan yang telah digariskan-Nya.
Inti akhlak terhadap ALLAH, dengan demikian, adalah lurusnya niat dan
selarasnya perbuatan dengan aturan-Nya. Kedua hal fundamental ini terangkum
jelas dalam kalimat syahadat atau persaksian yang
selalu kita baca setiap hari dalam shalat.
2.5.1 MENYEMBAH HANYA
KEPADA ALLAH SWT
ALLAH SWT menyeru kepada
kita semua untuk menyembah dan mengabdi hanya kepadanya semata dengan
penyembahan yang sebenar-benarnya lahir dan batin sebagaimana yang tertuang
dalam ayat dibawah ini.
Al -
Baqarah ( 21 )
تَتَّقُونَ لَعَلَّكُمْ قَبْلِكُمْ وَالَّذِينَ مِن خَلَقَكُمْ
الَّذِي رَبَّكُمُ اعْبُدُوا النَّاسُ يَاأَيُّهَا
“ Hai manusia,
sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar
kamu bertaqwa”.
2.5.2 PERCAYA KEPADA KEKUASAAN
ALLAH SWT
Semua
apa yag ada di dunia ini adalah ciptaan ALLAH SWT dan tanpa ada sedikitpun
campur tangan dari pihak manapun. Sebagai orang yang memahami arti keimanan
kita harus percaya akan hal tersebut, sebagaimana ayat yang berkaitan dengan
hal tersebut.
Luqman ( 10 )
Dia
menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan
gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan
memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan
air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan
yang baik.
Luqman ( 11 )
Inilah ciptaan Allah, maka
perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan
(mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam
kesesatan yang nyata.
2.5.3 MENGIMANI RUBUBIYAH ALLAH
SWT
Mengimani
sepenuhnya bahwa dialah Rabb satu-satunya, tiada sekutu dan tiada penolong
baginya. Perintah ALLAH SWT mencakup perintah alam semesta dan perintah
syara’(syar’i). Dia adalah pengatur alam, sekaligus pemutus segala perkara,
sesuai dengan tuntutan hikmanya. Dia juga pemutus peraturan-peraturan ibadah
serta hukum-hukum muamalah sesuai dengan tuntutan hikmanya.
Al- A’raf ( 54 )
Sesungguhnya
tuhan kamu ialah ALLAH yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,lalu
dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan diciptakannya pula matahari,bulan dan
bintang-bintang masing-masing tunduk kepada perintahnya. Ingatah,menciptakan dan memerintah hanyalah
milik ALLAH . Maha suci ALLAH tuhan semesta alam.
Arsy
adalah satu sifat ALLAH yang wajib kita imani,sesuai dengan kebesaran dan
kesuciannya
2.5.4 MENGIMANI WUJUD
ALLAH SWT
Wujud ALLAH telah
dibuktikan oleh fitrah,akal,syara dan indra.
2.5.5 MENGIMANI ASMA
DAN SIFAT ALLAH SWT
ALLAH SWT memiliki sembila puluh
sembilan nama yang mulia dan mempunyai sifat yang indah dengan cara sesuai
dengan kebesarannya.
Al A’raaf ( 180
)
Hanya
milik ALLAH asmaa ul-husna, maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut asmaa
ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpangdari kebenaran dalam
(menyebut) nama-namanya. Nanti mereka akan mendapat balasan dari apa yang
mereka kerjakan.
2.5.6
MENJALANKAN PERINTAH ALLAH SWT
HAJI’
ZAKAT
AKHLAK BAIK
|
SURGA
|
PUASA
SHALAT
2.5.6.1 SHALAT
Shalat
merupakan perintah pertama yang diserukan kepada manusia dan juga sebagai
penghulu dari segala amalan sehingga merupakan hal yang pertama dipertanyakan
di hari kemudian. Apabila shalatnya bagus maka baguslah semuanya dan sebaliknya
apabila shalatnya rusak maka rusaklah semuanya. Adapun perintah shalat terdapat
pada ayat berikut.
Al- Bayyinah ( 5)
mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan
yang demikian itulah agama yang lurus.
2.5.6.2 PUASA
Puasa
adalah amalan atau perintah yang bertujuan untuk melatih diri dari sifat
tercela serta memiliki arti sosial.
Al- Baqarah ( 183 )
تتقون لعلكم قبلكم من الذين
على كتب كما الصيام عليكم كتب آمنوا الذين يا أيها
Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa.
2.5.6.3 ZAKAT
Zakat adalah amalan untuk
membersihkan,mensucikan dan menumbuh kembangkan harta yang dimiliki. Fungsi
zakat adalah menjadikan manusia bersifat dermawan dan tahu arti kebersamaan
serta cinta kasih sesama manusia. Ayat yang menjelaskan tentang zakat.
Al- Baqarah ( 277 )
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal
saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi
Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
2.5.6.4 HAJI’
Haji’ adalah ibadah kepada ALLAH SWT dengan mengunjungi
KA’BAH serta tempat-tempat suci lainnya dengan melaksanakan serangkaian ibadah
yang hanya dilakukan pada tempat dan waktu tertentu. Ayat yang berkaitan dengan
hal ini adalah.
Al- Imran ( 97 )
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di
antaranya) maqam Ibrahim[215];
barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji
adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah[216].
Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
(tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
[215]. Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[216]. Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.
[215]. Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[216]. Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.
2.5.6.5 SURGA
Al-Baqarah ( 25 )
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang
beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan
dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan
kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka
di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
|
NERAKA
|
Disamping
menjalankan perintah ALLAH SWT juga kita diperintahkan untuk menjauhi larangan
ALLAH SWT. Dibawah ini di jelaskan sebahagian besar hal-hal yang dilarang oleh
ALLAH SWT untuk dikerjakan.
2.5.7.1 SYIRIK
Al-
An’aam ( 151 )
لْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ
مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا
وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلاَدَكُم مِّنْ إمْلاَقٍ
نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُواْ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ
مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ
بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
katakanlah : mari kubacakan apa yang diharamkan atas kamu
oleh tuhanmu yaitu :janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan dia,berbuat
baiklah kepada kedua orang ibu bapak,dan janganlah kamu membunuh anak-anak
kamukarena takut kemiskinan,kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada
mereka,dan janganlah kamu mendekatiperbuatan-perbuatn yang keji,baik yang
nampak diantaranya maupun yang tersembunyi,dan janganlah kamu membunuh jiwa
yang diharamkan ALLAH (membunuhnya) melainkan sesatu sebab yang benar. Demikian
itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya.
2.5.7.2 NIFAK ( MUNAFIK )
Al- Imran ( 119 )
Beginilah kamu, kamu
menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada
kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: 'Kami
beriman'; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran
marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): 'Matilah kamu
karena kemarahanmu itu'. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
2.5.7.3
BID’AH
An-Nahl
( 116 )
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang
disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram “, untuk
mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH. Sesungguhnya orang yang
mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH tiadalah beruntung.
2.5.7.4 RIBA
Al- Baqaraah ( 276 )
ALLAH SWT berfirman yang artinya
“ALLAH memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan ALLAH tidak menyukai
setiap orang yang tetap dalam kekafiran,dan selalu berbuat dosa”.
Yang dimaksud dengan memusnahkan
riba adalah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya dan yang dimaksud
menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan
sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
2.5.7.5 NERAKA
Al-
Ghaasyiyah ( 1-7 )
هل أتاك حديث الغاشية(1)
وجوه يومئذ خاشعة(2)
عاملة ناصبة(3)
تصلى نارا حامية(4)
تسقى من عين آنية(5)
ليس لهم طعام إلا من ضريع(6)
لا يسمن ولا يغني من جوع(7)
وجوه يومئذ خاشعة(2)
عاملة ناصبة(3)
تصلى نارا حامية(4)
تسقى من عين آنية(5)
ليس لهم طعام إلا من ضريع(6)
لا يسمن ولا يغني من جوع(7)
1. Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari
pembalasan?
2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
3. Bekerja keras lagi kepayahan,
4. Memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
7. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
3. Bekerja keras lagi kepayahan,
4. Memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
7. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
2.6 MAKNA ALLAH MAHA PENGASIH LAGI
MAHA PENYAYANG
ALLAH SWT Maha pengasih maksudnya ALLAH SWT mengasihi semua
mahluk yang diciptakannya. ( makna Umum ).
ALLAH SWT Maha penyayang artinya ALLAH SWT menyayangi
ummatnya yang taat dan patuh kepada perintahnya dan menjauhi segala larangannya
( makna Khusus ).
2.7 AKHLAK KEPADA ORANG TUA
Berbicara tentang orang tua maka kita dihadapkan pada suatu
hal yang menyangkut dengan wujud kecintaan kita kepada sesama manusia dan orang
tualah merupakan bagian yang terbaik dan termulia yang harus kita cintai,patuhi
dan banggakan diantara hubungan manusia dengan manusia pada umumnya
2.7.1 BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA
Luqman ( 14 )
|
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat
baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
|
|
|
2.7.2 TAAT KEPADA ORANG TUA
Al- Isra’a ( 23 )
Dan
Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika
salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
2.7.3 MEMBERI NAFKA KEPADA ORANG
TUA
Al-Baqarah ( 215 )
Mereka
bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta
yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat,
anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam
perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya
Allah Maha Mengetahuinya.
2.7.4 MENDOAKAN ORANG TUA
Nuh ( 28 )
Ya Tuhanku! Ampunilah aku,ibu
bapakku,orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman
laki-laki dan perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang
zalim itu selain kebinasaan.
2.7.5 MEMELIHARA ORANG TUA
Al- Ahqaaf ( 15 )
وَوَصَّيْنَا
الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا
وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ
وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ
الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا
تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ
الْمُسْلِمِينَ
Kami perintahkan kepada manusia
supayaberbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan
susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya
sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabiladia telah dewasa
dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah
aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan
kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau
ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak
cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang berserah diri".
|
|
|
VERTIKAL
|
ANAK
|
|
ORANG TUA
|
|
ORANG TUA
|
HORIZONTAL HORIZONTAL
Untuk sejahtera di dunia dan akhirat
harus baik hubungan antara ALLAH SWT dan sesama manusia” HABLU MINALLAH WA HABLU
MINANNAS”. Untuk itu mulai dari sekarang kita harus mengintrospeksi diri
berada dimana kita , apakah hubungan Vertikal dan hubungan Horizontal kita
seimbang atau tidak? Jawaban semua itu ada pada diri kita masing-masing.
BAB
III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
3.1.1
DEFINISI AKHLAK
MENURUT BERBAGAI PENDAPAT
SECARA UMUM
3.1.2
AKHLAK KEPADA ALLAH SWT
Semua ibadah yang dilakukan
seorang Muslim, pada hakikatnya merupakan perwujudan dari AKHLAK TERHADAP
ALLAH. Artinya, apapun amal yang dia perbuat
menjadi cerminan dari tujuan kehadirannya di muka bumi, yaitu untuk beribadah
dan mengabdi kepada-Nya (QS Adz-Dzâriyât, 51: 56).
Makna ibadah atau pengabdian ini sangat luas cakupannya, tidak sekadar
menyangkut aspek ritual semacam
shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Quran, dan sebagainya- saja, tetapi juga
mencakup semua aspek sosial -mulai dari pernikahan, perdagangan, sampai
mengurus sebuah negara.
3.1.3 MENYEMBAH
HANYA KEPADA ALLAH SWT
Al -
Baqarah ( 21 )
تَتَّقُونَ لَعَلَّكُمْ قَبْلِكُمْ وَالَّذِينَ مِن خَلَقَكُمْ
الَّذِي رَبَّكُمُ اعْبُدُوا النَّاسُ يَاأَيُّهَا
“ Hai
manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertaqwa”.
3.1.4
PERCAYA KEPADA KEKUASAAN ALLAH SWT
Luqman ( 10 )
Dia
menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan
gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan
memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan
air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan
yang baik.
3.1.5
MENGIMANI RUBUBIYAH ALLAH SWT
Al- A’raf ( 54 )
Sesungguhnya
tuhan kamu ialah ALLAH yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,lalu
dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan diciptakannya pula matahari,bulan dan
bintang-bintang masing-masing tunduk kepada perintahnya. Ingatah,menciptakan dan memerintah hanyalah
milik ALLAH . Maha suci ALLAH tuhan semesta alam.
Arsy
adalah satu sifat ALLAH yang wajib kita imani,sesuai dengan kebesaran dan
kesuciannya.
3.1.6 MENGIMANI WUJUD ALLAH SWT
Wujud ALLAH telah
dibuktikan oleh fitrah,akal,syara dan indra.
3.1.7 MENGIMANI ASMA
DAN SIFAT ALLAH SWT
Al A’raaf (
180 )
Hanya
milik ALLAH asmaa ul-husna, maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut asmaa
ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpangdari kebenaran dalam
(menyebut) nama-namanya. Nanti mereka akan mendapat balasan dari apa yang
mereka kerjakan.
3.2.1 MENJALANKAN PERINTAH ALLAH SWT
3.2.1.1 SHALAT
Al- Bayyinah ( 5)
mereka tidak disuruh kecuali supaya
menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan
yang demikian itulah agama yang lurus.
2.2.1.2 PUASA
Al- Baqarah ( 183 )
تتقون لعلكم قبلكم من الذين
على كتب كما الصيام عليكم كتب آمنوا الذين يا أيها
Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa.
2.2.1.3 ZAKAT
Al- Baqarah ( 277 )
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal
saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi
Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih
hati.
2.2.1.4 HAJI’
Al- Imran ( 97 )
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di
antaranya) maqam Ibrahim[215];
barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji
adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup
mengadakan perjalanan ke Baitullah[216].
Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
(tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
[215]. Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[216]. Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.
[215]. Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[216]. Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.
2.2.1.5 SURGA
Al-Baqarah ( 25 )
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang
beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan
dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan
kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk
mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
2.3.
MENJAUHI LARANGAN ALLAH SWT
2.3.1 SYIRIK
Al-
An’aam ( 151 )
لْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ
مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلاَدَكُم مِّنْ إمْلاَقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ
وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُواْ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ
وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
katakanlah : mari kubacakan apa yang diharamkan atas kamu
oleh tuhanmu yaitu :janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan dia,berbuat
baiklah kepada kedua orang ibu bapak,dan janganlah kamu membunuh anak-anak
kamukarena takut kemiskinan,kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada
mereka,dan janganlah kamu mendekatiperbuatan-perbuatn yang keji,baik yang
nampak diantaranya maupun yang tersembunyi,dan janganlah kamu membunuh jiwa
yang diharamkan ALLAH (membunuhnya) melainkan sesatu sebab yang benar. Demikian
itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya.
2.3.2 NIFAK ( MUNAFIK )
Al- Imran ( 119 )
Beginilah kamu, kamu
menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada
kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: 'Kami
beriman'; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran
marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): 'Matilah kamu
karena kemarahanmu itu'. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
2.3.3
BID’AH
An-Nahl
( 116 )
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang
disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram “, untuk
mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH. Sesungguhnya orang yang
mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH tiadalah beruntung.
2.3.4 RIBA
Al- Baqaraah ( 276 )
ALLAH SWT berfirman yang artinya
“ALLAH memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan ALLAH tidak menyukai
setiap orangyang tetap dalam kekafiran,dan selalu berbuat dosa”.
Yang dimaksud dengan memusnahkan
riba adalah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya dan yang dimaksud
menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan
sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
2.3.5 NERAKA
Al-
Ghaasyiyah ( 1-7 )
هل أتاك حديث الغاشية(1)
وجوه يومئذ خاشعة(2)
عاملة ناصبة(3)
تصلى نارا حامية(4)
تسقى من عين آنية(5)
ليس لهم طعام إلا من ضريع(6)
لا يسمن ولا يغني من جوع(7)
وجوه يومئذ خاشعة(2)
عاملة ناصبة(3)
تصلى نارا حامية(4)
تسقى من عين آنية(5)
ليس لهم طعام إلا من ضريع(6)
لا يسمن ولا يغني من جوع(7)
1. Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari
pembalasan?
2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
3. Bekerja keras lagi kepayahan,
4. Memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
7. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
3. Bekerja keras lagi kepayahan,
4. Memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
7. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
2.4 MAKNA ALLAH MAHA PENGASIH LAGI
MAHA PENYAYANG
ALLAH SWT Maha pengasih maksudnya ALLAH SWT mengasihi semua
mahluk yang diciptakannya. ( makna Umum ).
ALLAH SWT Maha penyayang artinya ALLAH SWT menyayangi
ummatnya yang taat dan patuh kepada perintahnya dan menjauhi segala larangannya
( makna Khusus ).
2.5 AKHLAK KEPADA ORANG TUA
Berbicara tentang orang tua maka kita dihadapkan pada suatu
hal yang menyangkut dengan wujud kecintaan kita kepada sesama manusia dan orang
tualah merupakan bagian yang terbaik dan termulia yang harus kita cintai,patuhi
dan banggakan diantara hubungan manusia dengan manusia pada umumnya
2.5.1 BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA
Luqman ( 14 )
|
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat
baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
|
|
|
2.5.2 TAAT KEPADA ORANG TUA
Al- Isra’a ( 23 )
Dan
Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika
salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
2.5.3 MEMBERI NAFKA KEPADA ORANG
TUA
Al-Baqarah ( 215 )
Mereka
bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta
yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat,
anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam
perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya
Allah Maha Mengetahuinya.
2.5.4 MENDOAKAN ORANG TUA
Nuh ( 28 )
Ya Tuhanku! Ampunilah aku,ibu
bapakku,orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang
beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi
orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.
2.5.4 MEMELIHARA ORANG TUA
Al- Ahqaaf ( 15 )
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ
بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا
وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ
وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ
الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا
تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ
الْمُسْلِمِينَ
Kami perintahkan kepada manusia
supayaberbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunyamengandungnya dengan
susah payah, dan melahirkannyadengan susah payah (pula). Mengandungnya
sampaimenyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabiladia telah dewasa
dan umurnya sampai empat puluh tahunia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah
aku untukmensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikankepadaku dan
kepada ibu bapakku dan supaya aku dapatberbuat amal yang saleh yang Engkau
ridai; berilahkebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepadaanak cucuku.
Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkaudan sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yangberserah diri".
|
|
|
VERTIKAL
|
ANAK
|
|
ORANG TUA
|
|
ORANG TUA
|
HORIZONTAL HORIZONTAL
Untuk sejahtera di dunia dan akhirat
harus baik hubungan antara ALLAH SWT dan sesama manusia” HABLU MINALLAH WA HABLU
MINANNAS”. Untuk itu mulai dari sekarang kita harus mengintrospeksi diri
berada dimana kita , apakah hubungan Vertikal dan hubungan Horizontal kita
seimbang atau tidak? Jawaban semua itu ada pada diri kita masing-masing.
DAFTAR
PUSTAKA
Akil.M,2008.Materi Kuliah Aqidah,Universitas
Muslim Indonesia,Makassar.
Al-Jazairih Abu Bakar,Minhajjul Muslim.
Rahmat
Jalaluddin,2001. Meraih Cinta Ilahi,Bandung.
Komentar
Posting Komentar