Langsung ke konten utama

makalah akhlak



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG

Pada sistem ajaran islam terdapat sub sistem yang dinamakan “AKHLAK”. Akhlak merupakan suatu sifat yang lahir dari dalam diri seseorang yang menimbulkan suatu perbuatan baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk.

Berkaitan dengan pembahasan Akhlak, maka untuk memperoleh kehidupan sejahtera di dunia dan akhirat ada dua hubungan yang harus seimbang yaitu hubungan kepada ALLAH SWT dan hubungan kepada sesama manusia( HABLU MINALLAH WA HABLU MINANNAS ).

HABLU MINALLAH berkaitan dengan bagaimana hubungan manusia sebagai hamba yang diciptakan oleh ALLAH SWT termasuk Akhlak terpuji kepada ALLAH SWT sehingga kita hidup di dunia ini tidak merugi akan tetapi menjadi kekasih ALLAH SWT dengan jalan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala yang dilarangnya.

Tidak hanya hubungan kepada ALLAH SWT yang harus dijalankan akan tetapi hubungan kepada sesama manusia juga harus dijalankan ( HABLU MINANNAS ), karena kita adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini dijelaskan tentang Aklak terhadap ORANG TUA yang merupakan salah satu implementasi dari HABLU MINANNAS.

Dengan terwujudnya kedua hubungan tersebut Insya ALLAH kita akan menjadi orang yang bahagia secara lahiria dan batinia di dunia dan di akhirat kelak.

1.2  TUJUAN

*                  Mengetahui kekuasaan dan kebesaran ALLAH SWT.
*                  Meningkatkan keiman kepada ALLAH SWT.
*                  Menghormati Orang Tua sebagai manusia yang mulia.
*                  Menjaga kehormatan dan meninggikan derajat Orang Tua.

1.3  RUMUSAN MASALAH

*                  Apakah semua yang ada di dunia adalah ciptaan ALLAH SWT ?
*                  Bagaimana makna sebenarnya ALLAH SWT Maha pengasih lagi Maha penyayang ?
*                  Bagaimana apabila Orang Tua berbeda Agama dengan anaknya ? Apakah kita sebagai anak masih dianggap berbakti kepada beliau atau tidak ?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI AKHLAK
            2.1.1 MENURUT BERBAGAI PENDAPAT
*                  Menurut MUH. ZULKIFLI MUHDAR , Akhlak adalah suatu implementasi dari dalam diri seseorang yang menghasilkan suatu perbuatan yang mulia.
*                  Menurut ZADLY PUTRA MISBAHUDDIN , Akhlak adalah Daya kekuatan/jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah/spontan tanpa dipikir/ direnungkan lagi.
*                  Menurut A. ISMAIL , Akhlak adalah segala sesuatu yang menyangkut perbuatan manusia.
*                  Menurut MUH. IDRIS , Akhlak adalah perbuatan yang berkenaan dengan hati nurani.
*                  Menurut A. IJRIL , Akhlak adalah adat atau kebiasaan

2.1.2 SECARA UMUM
*                  Akhlak adalah perangai,tabiat,perilaku,adat istiadat dan suatu tingkah laku  yang tertanam dalam diri seseorang yang mempengaruhi perbuatan seseorang.

2.2 GAMBARAN AKHLAK SECARA UMUM
MANUSIA
AKAL
QALBU
AM’MARAH
ALLAH SWT
AKHLAK
LAUWAMAH
MUTMAINNAH
NAFSU
 


         








BAIK
2.3 GAMBARAN AKHLAK BAIK
MANUSIA
AKAL
QALBU
ALLAH SWT
AKHLAK
BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT



AKHLAK
MUTMAINNAH
NAFSU
 











BURUK
2.4 GAMBARAN AKHLAK BURUK

AKHLAK
MANUSIA
AKHLAK
ALLAH SWT
AM’MARAH
QALBU
NAFSU
AKAL
                         




AZAB DI DUNIA DAN AKHIRAT
 






                                                                                                  
2.5 AKHLAK KEPADA ALLAH SWT
Semua ibadah yang dilakukan seorang Muslim, pada hakikatnya merupakan perwujudan dari AKHLAK TERHADAP ALLAH. Artinya, apapun amal yang dia perbuat menjadi cerminan dari tujuan kehadirannya di muka bumi, yaitu untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya (QS Adz-Dzâriyât, 51: 56).
Makna ibadah atau pengabdian ini sangat luas cakupannya, tidak sekadar menyangkut aspek ritual semacam shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Quran, dan sebagainya- saja, tetapi juga mencakup semua aspek sosial -mulai dari pernikahan, perdagangan, sampai mengurus sebuah negara.
Dengan demikian, tidak ada satu pun aspek kehidupan seorang Muslim yang bisa dilepaskan dari ALLAH SWT. Hal ini seakan menegaskan kembali bahwa Islam adalah agama yang sangat “teosentris”. Allah Yang Maha kuasa menjadi pusat keimanan dan semua orientasi nilai.
Seseorang tidak dianggap menegakkan akhlak terhadap ALLAH, apabila perbuatan yang dia lakukan bukan untuk-Nya. Seseorang pun tidak dianggap menegakkan akhlak terhadap ALLAH, apabila yang dia lakukan bertentangan dengan peraturan yang telah digariskan-Nya.
Inti akhlak terhadap ALLAH, dengan demikian, adalah lurusnya niat dan selarasnya perbuatan dengan aturan-Nya. Kedua hal fundamental ini terangkum jelas dalam kalimat syahadat atau persaksian yang selalu kita baca setiap hari dalam shalat.

2.5.1 MENYEMBAH HANYA KEPADA ALLAH SWT
                        ALLAH SWT menyeru kepada kita semua untuk menyembah dan mengabdi hanya kepadanya semata dengan penyembahan yang sebenar-benarnya lahir dan batin sebagaimana yang tertuang dalam ayat dibawah ini.
Al - Baqarah ( 21 )
تَتَّقُونَ  لَعَلَّكُمْ قَبْلِكُمْ وَالَّذِينَ مِن خَلَقَكُمْ الَّذِي رَبَّكُمُ اعْبُدُوا النَّاسُ يَاأَيُّهَا
“ Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa”.

2.5.2 PERCAYA KEPADA KEKUASAAN ALLAH SWT
Semua apa yag ada di dunia ini adalah ciptaan ALLAH SWT dan tanpa ada sedikitpun campur tangan dari pihak manapun. Sebagai orang yang memahami arti keimanan kita harus percaya akan hal tersebut, sebagaimana ayat yang berkaitan dengan hal tersebut.

Luqman ( 10 )
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
Luqman ( 11 )


Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.


2.5.3 MENGIMANI RUBUBIYAH ALLAH SWT
Mengimani sepenuhnya bahwa dialah Rabb satu-satunya, tiada sekutu dan tiada penolong baginya. Perintah ALLAH SWT mencakup perintah alam semesta dan perintah syara’(syar’i). Dia adalah pengatur alam, sekaligus pemutus segala perkara, sesuai dengan tuntutan hikmanya. Dia juga pemutus peraturan-peraturan ibadah serta hukum-hukum muamalah sesuai dengan tuntutan hikmanya.
Al- A’raf ( 54 )




Sesungguhnya tuhan kamu ialah ALLAH yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,lalu dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakannya pula matahari,bulan dan bintang-bintang masing-masing tunduk kepada perintahnya.  Ingatah,menciptakan dan memerintah hanyalah milik ALLAH . Maha suci ALLAH tuhan semesta alam.
Arsy adalah satu sifat ALLAH yang wajib kita imani,sesuai dengan kebesaran dan kesuciannya

2.5.4 MENGIMANI WUJUD ALLAH SWT
                        Wujud ALLAH telah dibuktikan oleh fitrah,akal,syara dan indra.
*                  Bukti fitrah tentang wujud ALLAH adalah bahwa iman kepada sang pencipta merupakan fitrah setiap mahluk,tanpa terlebih dahulu berfikir dan belajar.
*                  Bukti akal tentang wujud ALLAH adalah proses terjadinya semua mahluk. Semua mahluk terdahulu maupun yang akan datang pasti ada yang menciptakannya,tidak mungkin mahluk menciptakan dirinya sendiri dan tidak mungkin pula tercipta secara kebetulan.
*                  Bukti syara‘(hukum) atau ketentuan ALLAH bahwa seluruh kitab langit berbicara tentang itu. Seluruh hukum mengandung kemaslahatan manusia yang dibawa kitab-kitab itu datang dari Rabb maha bijaksana dan maha mengetahui segala kemaslahatan mahluknya.
*                  Bukti indra tentang wujud ALLAH adalah kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa serta pertolongannya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah.

2.5.5 MENGIMANI ASMA DAN SIFAT ALLAH SWT
            ALLAH SWT memiliki sembila puluh sembilan nama yang mulia dan mempunyai sifat yang indah dengan cara sesuai dengan kebesarannya.
            Al A’raaf ( 180 )
  


Hanya milik ALLAH asmaa ul-husna, maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut asmaa ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpangdari kebenaran dalam (menyebut) nama-namanya. Nanti mereka akan mendapat balasan dari apa yang mereka kerjakan.




2.5.6 MENJALANKAN PERINTAH ALLAH SWT
                                                                                                                             HAJI’
                                                                                            
                                                                                     ZAKAT
                                                                                              AKHLAK BAIK

SURGA
 
                                                                                                PUASA

                                                                                                   
                                                                                                    SHALAT

2.5.6.1 SHALAT
Shalat merupakan perintah pertama yang diserukan kepada manusia dan juga sebagai penghulu dari segala amalan sehingga merupakan hal yang pertama dipertanyakan di hari kemudian. Apabila shalatnya bagus maka baguslah semuanya dan sebaliknya apabila shalatnya rusak maka rusaklah semuanya. Adapun perintah shalat terdapat pada ayat berikut.
Al- Bayyinah ( 5)





mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.


2.5.6.2 PUASA
Puasa adalah amalan atau perintah yang bertujuan untuk melatih diri dari sifat tercela serta memiliki arti sosial.
Al- Baqarah ( 183 )   
                          تتقون لعلكم قبلكم من الذين على كتب كما الصيام عليكم كتب آمنوا الذين يا أيها
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

2.5.6.3 ZAKAT
Zakat adalah amalan untuk membersihkan,mensucikan dan menumbuh kembangkan harta yang dimiliki. Fungsi zakat adalah menjadikan manusia bersifat dermawan dan tahu arti kebersamaan serta cinta kasih sesama manusia. Ayat yang menjelaskan tentang zakat.
Al- Baqarah ( 277 )


Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

2.5.6.4 HAJI’
Haji’ adalah ibadah kepada ALLAH SWT dengan mengunjungi KA’BAH serta tempat-tempat suci lainnya dengan melaksanakan serangkaian ibadah yang hanya dilakukan pada tempat dan waktu tertentu. Ayat yang berkaitan dengan hal ini adalah.
                        Al- Imran ( 97 )
                       
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah[216]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
[215]. Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[216]. Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat          jasmani dan perjalananpun aman.


2.5.6.5 SURGA
                        Al-Baqarah ( 25 )
                       
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

NERAKA
2.5.7 MENJAUHI LARANGAN ALLAH SWT                                             
           
Disamping menjalankan perintah ALLAH SWT juga kita diperintahkan untuk menjauhi larangan ALLAH SWT. Dibawah ini di jelaskan sebahagian besar hal-hal yang dilarang oleh ALLAH SWT untuk dikerjakan.

2.5.7.1 SYIRIK
                        Al- An’aam ( 151 )
            لْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلاَدَكُم مِّنْ إمْلاَقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُواْ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
katakanlah : mari kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh tuhanmu yaitu :janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan dia,berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak,dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamukarena takut kemiskinan,kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka,dan janganlah kamu mendekatiperbuatan-perbuatn yang keji,baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi,dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan ALLAH (membunuhnya) melainkan sesatu sebab yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya.


2.5.7.2 NIFAK ( MUNAFIK )
Al- Imran ( 119 )


           
           
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: 'Kami beriman'; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu'. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.


2.5.7.3 BID’AH
                        An-Nahl ( 116 )
                       
                       



Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram “, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH tiadalah beruntung.


2.5.7.4 RIBA
                        Al- Baqaraah ( 276 )
            ALLAH SWT berfirman yang artinya “ALLAH memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan ALLAH tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran,dan selalu berbuat dosa”.
            Yang dimaksud dengan memusnahkan riba adalah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya dan yang dimaksud menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.



2.5.7.5 NERAKA
                        Al- Ghaasyiyah ( 1-7 )
      هل أتاك حديث الغاشية(1)
             وجوه يومئذ خاشعة(2)
                      عاملة ناصبة(3)
              تصلى نارا حامية(4)
           تسقى من عين آنية(5)
ليس لهم طعام إلا من ضريع(6)
  لا يسمن ولا يغني من جوع(7)
1. Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan?
2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
3. Bekerja keras lagi kepayahan,
4. Memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
7. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

2.6 MAKNA ALLAH MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
ALLAH SWT Maha pengasih maksudnya ALLAH SWT mengasihi semua mahluk yang diciptakannya. ( makna Umum ).
ALLAH SWT Maha penyayang artinya ALLAH SWT menyayangi ummatnya yang taat dan patuh kepada perintahnya dan menjauhi segala larangannya ( makna Khusus ).
2.7 AKHLAK KEPADA ORANG TUA
Berbicara tentang orang tua maka kita dihadapkan pada suatu hal yang menyangkut dengan wujud kecintaan kita kepada sesama manusia dan orang tualah merupakan bagian yang terbaik dan termulia yang harus kita cintai,patuhi dan banggakan diantara hubungan manusia dengan manusia pada umumnya

2.7.1 BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA
                        Luqman ( 14 )
                       


 Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

2.7.2 TAAT KEPADA ORANG TUA
Al- Isra’a ( 23 )




Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

2.7.3 MEMBERI NAFKA KEPADA ORANG TUA
Al-Baqarah ( 215 )



Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

2.7.4 MENDOAKAN ORANG TUA
Nuh ( 28 )
Ya Tuhanku! Ampunilah aku,ibu bapakku,orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.

2.7.5 MEMELIHARA ORANG TUA
Al- Ahqaaf ( 15 ) 
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Kami perintahkan kepada manusia supayaberbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabiladia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".


ALLAH SWT
2.8 HUBUNGAN ANTARA AKHLAK TERHADAP ALLAH SWT DAN AKHLAK TERHADAP ORANG TUA

 
                    VERTIKAL

ANAK

ORANG TUA

ORANG TUA

 
                                     HORIZONTAL                                HORIZONTAL

                       
            Untuk sejahtera di dunia dan akhirat harus baik hubungan antara ALLAH SWT dan sesama manusia HABLU MINALLAH WA HABLU MINANNAS”. Untuk itu mulai dari sekarang kita harus mengintrospeksi diri berada dimana kita , apakah hubungan Vertikal dan hubungan Horizontal kita seimbang atau tidak? Jawaban semua itu ada pada diri kita masing-masing.





















BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
            3.1.1 DEFINISI AKHLAK
            MENURUT BERBAGAI PENDAPAT
*                  Menurut MUH. ZULKIFLI MUHDAR , Akhlak adalah suatu implementasi dari dalam diri seseorang yang menghasilkan suatu perbuatan yang mulia.
*                  Menurut ZADLY PUTRA MISBAHUDDIN , Akhlak adalah Daya kekuatan/jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah/spontan tanpa dipikir/ direnungkan lagi.
*                  Menurut A. ISMAIL , Akhlak adalah segala sesuatu yang menyangkut perbuatan manusia.
*                  Menurut MUH. IDRIS , Akhlak adalah perbuatan yang berkenaan dengan hati nurani.
*                  Menurut A. IJRIL , Akhlak adalah adat atau kebiasaan


 SECARA UMUM
*                  Akhlak adalah perangai,tabiat,perilaku,adat istiadat dan suatu tingkah laku  yang tertanam dalam diri seseorang yang mempengaruhi perbuatan seseorang.

3.1.2 AKHLAK KEPADA ALLAH SWT
Semua ibadah yang dilakukan seorang Muslim, pada hakikatnya merupakan perwujudan dari AKHLAK TERHADAP ALLAH. Artinya, apapun amal yang dia perbuat menjadi cerminan dari tujuan kehadirannya di muka bumi, yaitu untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya (QS Adz-Dzâriyât, 51: 56).
Makna ibadah atau pengabdian ini sangat luas cakupannya, tidak sekadar menyangkut aspek ritual semacam shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Quran, dan sebagainya- saja, tetapi juga mencakup semua aspek sosial -mulai dari pernikahan, perdagangan, sampai mengurus sebuah negara.

3.1.3 MENYEMBAH HANYA KEPADA ALLAH SWT
Al - Baqarah ( 21 )
تَتَّقُونَ  لَعَلَّكُمْ قَبْلِكُمْ وَالَّذِينَ مِن خَلَقَكُمْ الَّذِي رَبَّكُمُ اعْبُدُوا النَّاسُ يَاأَيُّهَا
“ Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa”.

            3.1.4 PERCAYA KEPADA KEKUASAAN ALLAH SWT

Luqman ( 10 )
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.

            3.1.5 MENGIMANI RUBUBIYAH ALLAH SWT
Al- A’raf ( 54 )





Sesungguhnya tuhan kamu ialah ALLAH yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,lalu dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakannya pula matahari,bulan dan bintang-bintang masing-masing tunduk kepada perintahnya.  Ingatah,menciptakan dan memerintah hanyalah milik ALLAH . Maha suci ALLAH tuhan semesta alam.
Arsy adalah satu sifat ALLAH yang wajib kita imani,sesuai dengan kebesaran dan kesuciannya.


           
            3.1.6 MENGIMANI WUJUD ALLAH SWT
                        Wujud ALLAH telah dibuktikan oleh fitrah,akal,syara dan indra.
*                  Bukti fitrah tentang wujud ALLAH adalah bahwa iman kepada sang pencipta merupakan fitrah setiap mahluk,tanpa terlebih dahulu berfikir dan belajar.
*                  Bukti akal tentang wujud ALLAH adalah proses terjadinya semua mahluk. Semua mahluk terdahulu maupun yang akan datang pasti ada yang menciptakannya,tidak mungkin mahluk menciptakan dirinya sendiri dan tidak mungkin pula tercipta secara kebetulan.
*                  Bukti syara‘(hukum) atau ketentuan ALLAH bahwa seluruh kitab langit berbicara tentang itu. Seluruh hukum mengandung kemaslahatan manusia yang dibawa kitab-kitab itu datang dari Rabb maha bijaksana dan maha mengetahui segala kemaslahatan mahluknya.
*                  Bukti indra tentang wujud ALLAH adalah kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang berdoa serta pertolongannya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah.

3.1.7 MENGIMANI ASMA DAN SIFAT ALLAH SWT
            Al A’raaf ( 180 )
  


Hanya milik ALLAH asmaa ul-husna, maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut asmaa ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpangdari kebenaran dalam (menyebut) nama-namanya. Nanti mereka akan mendapat balasan dari apa yang mereka kerjakan.

 3.2.1 MENJALANKAN PERINTAH ALLAH SWT
3.2.1.1 SHALAT
Al- Bayyinah ( 5)





mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.



2.2.1.2 PUASA
Al- Baqarah ( 183 )  
                          تتقون لعلكم قبلكم من الذين على كتب كما الصيام عليكم كتب آمنوا الذين يا أيها
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

2.2.1.3 ZAKAT
Al- Baqarah ( 277 )


Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

2.2.1.4 HAJI’
                        Al- Imran ( 97 )
                       
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah[216]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
[215]. Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka'bah.
[216]. Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat          jasmani dan perjalananpun aman.


2.2.1.5 SURGA
                        Al-Baqarah ( 25 )
                       
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

2.3. MENJAUHI LARANGAN ALLAH SWT                                               
2.3.1 SYIRIK
                        Al- An’aam ( 151 )
            لْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلاَدَكُم مِّنْ إمْلاَقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُواْ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
katakanlah : mari kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh tuhanmu yaitu :janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan dia,berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak,dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamukarena takut kemiskinan,kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka,dan janganlah kamu mendekatiperbuatan-perbuatn yang keji,baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi,dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan ALLAH (membunuhnya) melainkan sesatu sebab yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya.


2.3.2 NIFAK ( MUNAFIK )
Al- Imran ( 119 )


           
           
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: 'Kami beriman'; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu'. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.


2.3.3 BID’AH
                        An-Nahl ( 116 )
                       
                       



Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram “, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap ALLAH tiadalah beruntung.


2.3.4 RIBA
                        Al- Baqaraah ( 276 )
            ALLAH SWT berfirman yang artinya “ALLAH memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan ALLAH tidak menyukai setiap orangyang tetap dalam kekafiran,dan selalu berbuat dosa”.
            Yang dimaksud dengan memusnahkan riba adalah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya dan yang dimaksud menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.





2.3.5 NERAKA
                        Al- Ghaasyiyah ( 1-7 )
      هل أتاك حديث الغاشية(1)
             وجوه يومئذ خاشعة(2)
                      عاملة ناصبة(3)
              تصلى نارا حامية(4)
           تسقى من عين آنية(5)
ليس لهم طعام إلا من ضريع(6)
  لا يسمن ولا يغني من جوع(7)
1. Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan?
2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,
3. Bekerja keras lagi kepayahan,
4. Memasuki api yang sangat panas (neraka),
5. Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,
7. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

2.4 MAKNA ALLAH MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
ALLAH SWT Maha pengasih maksudnya ALLAH SWT mengasihi semua mahluk yang diciptakannya. ( makna Umum ).
ALLAH SWT Maha penyayang artinya ALLAH SWT menyayangi ummatnya yang taat dan patuh kepada perintahnya dan menjauhi segala larangannya ( makna Khusus ). 

2.5 AKHLAK KEPADA ORANG TUA
Berbicara tentang orang tua maka kita dihadapkan pada suatu hal yang menyangkut dengan wujud kecintaan kita kepada sesama manusia dan orang tualah merupakan bagian yang terbaik dan termulia yang harus kita cintai,patuhi dan banggakan diantara hubungan manusia dengan manusia pada umumnya

2.5.1 BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA
                        Luqman ( 14 )
                       

 Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

2.5.2 TAAT KEPADA ORANG TUA
Al- Isra’a ( 23 )




Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

2.5.3 MEMBERI NAFKA KEPADA ORANG TUA
Al-Baqarah ( 215 )




Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

2.5.4 MENDOAKAN ORANG TUA
Nuh ( 28 )
Ya Tuhanku! Ampunilah aku,ibu bapakku,orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.

2.5.4 MEMELIHARA ORANG TUA
Al- Ahqaaf ( 15 ) 
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Kami perintahkan kepada manusia supayaberbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunyamengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannyadengan susah payah (pula). Mengandungnya sampaimenyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabiladia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahunia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untukmensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikankepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapatberbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilahkebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepadaanak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkaudan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yangberserah diri".


ALLAH SWT
2.6.5 HUBUNGAN ANTARA AKHLAK TERHADAP ALLAH SWT DAN AKHLAK TERHADAP ORANG TUA

 
                    VERTIKAL

ANAK

ORANG TUA

ORANG TUA

 
                                     HORIZONTAL                                HORIZONTAL

                       
            Untuk sejahtera di dunia dan akhirat harus baik hubungan antara ALLAH SWT dan sesama manusia HABLU MINALLAH WA HABLU MINANNAS”. Untuk itu mulai dari sekarang kita harus mengintrospeksi diri berada dimana kita , apakah hubungan Vertikal dan hubungan Horizontal kita seimbang atau tidak? Jawaban semua itu ada pada diri kita masing-masing.





DAFTAR PUSTAKA

Akil.M,2008.Materi Kuliah Aqidah,Universitas Muslim Indonesia,Makassar.
Al-Jazairih Abu Bakar,Minhajjul Muslim.
Rahmat Jalaluddin,2001. Meraih Cinta Ilahi,Bandung.












           






Komentar

Postingan populer dari blog ini

materi kuliah ilmu negara

TUJUAN  INSTRUKSIONAL UMUM Pada pokok bahasan ini mahasiswa dapat memahami status ilmu negara dalam kurikulum, objek ilmu negara serta hubungannya dengan ilmu lain yang berobjek negara, dan pengertian negara. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah  mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa mampu: 1.    Menjelaskan status ilmu negara sebagai mata kuliah prasyarat dan mata kuliah dasar keahilan hukum (MKDKH); 2.    Menggambarkan dan menjelaskan skema teori Georg JelIinek tentang Staatswissenschaft dalam arti luas; 3.    Menjelaskan objek ilmu negara; 4.    Menjelaskan hubungan antara ilmu negara dengan hukum tata negara, hukum administrasi negara, dan ilmu politik; 5.    Menjelaskan dan menguraikan unsur-unsur negara baik menurut pandangan tradisional maupun pandangan modern; 6.    Menjelaskan pengertian negara menurut beberapa penulis. PETUNJUK UNTUK MAHASISWA 1.    Materi yang d...

makalah hukum ekonomi

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG “Pembangunan” nampaknya telah menjadi jargon yang tidak asing lagi kita dengar. Ini dianggap oleh pakar politik,teknokrat dan penguasa dibanyak negara sebagai suatu yang tidak dapat dielakkan. Suatu keniscayaan ini sering terungkap, dari ungkapan – ungkapan retoris semacam ini. “Apa pun yang terjadi kita harus tetap melanjutkan komitmen pembangunan”. Atau, seburuk – buruknya pembangunan masih jauh lebih baik dari pada tidak melaksanakannya sama – sekali .             Tujuan nasional yang dinyatakan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 harus diwujudkan melalui proses demokratisasi, pelaksanaan penyelenggaraan negara yang berkedaulatan rakyat dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Penyelenggaraan negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek kehidupan bangsa, oleh pemerintah bersama-sama segenap rakyat ...

daftar riwayat hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI 1. Nama Lengkap                  2. Tempat, Tanggal Lahir        3. Domisili                               4. Jenis Kelamin                       5. Agama                               6. Status                                  7. Tinggi / Berat Badan      ...